My first Workshop
Ini adalah kali pertama aku membuka kelas DIY di awal tahun 2019. Rasanya ngga pernah menyangka, semua hal yang pernah aku pikirkan dulu ternyata hari ini bisa terrealisaikan, sejujurnya ngga pernah berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan ini. Tapi ternyata kesempatan itu datang dan aku nggak akan sia-siakan. Semua aku siapkan dengan sebaik-baiknya, dengan caraku sendiri dan dengan segala yang aku suka. Secara ngga sengaja aku mau buat nama untuk kelasku yaitu
" IT'S JOYFUL STUDIO "
Aku pengen setiap orang yang ikut kelas ini nggak cuman berkarya saja, tapi mereka sadar bahwa setiap kita itu adalah mahluk yang kreafit, karena Tuhan kita itu maha kreatif. Dan satu lagi, aku ingin setiap orang yang ikut kelas ini mengalami sukacita, berbagi dan dapat pengalaman baru.
Ini bukanlah yang pertama kalinya aku bicara di depan anak-anak. Karena sudah jadi hal biasa yang aku kerjakan tiap minggu di sekolah minggu, jadi bukan hal aneh lagi. Tapi karena hal yang baru, di depan anak-anak yang baru, di tempat yang baru dan di kegiatan yang baru, rasa gugup tetap saja ada. Percaya apa nggak, malamnya aku nggak bisa tidur sama sekali. Mungkin jadi sugesti apa, akupun nggak tau. Pokoknya tiap kali harus menghadapi sesuatu yang baru, aku ngga bisa tidur sama sekali. Rasanya harus ada yang aku persiapkan, persiapkan ini dan itu. Tapi ya sudahlah.
Satu hari itu berjalan dengan sangat baik, meskipun prediksi waktuku meleset, sesampai kami disana waktunya sangat mepet dan buat aku makin gugup. Tapi aku bener-bener bersyukur karena banyak banget yang bantu. Thank you hanna, indria dan ka eldaa.
Hal yang ngga pernah aku lupakan adalah ekspresi pertama anak-anak disana. Mereka semangat banget bahkan ketika melihat kita masuk ke ruangan kelas. Mereka tersenyum gembira dan penasaran dengan isi koper yang aku bawa. Yang paling buat aku sedikit gugup adalah aku harus mempersiapkan alat dan bahan untuk 28 anak. Banyak sekali kan? inipun ada cerita khususnya bagaimana bisa aku dapatkan 28 anak. Padahal notabennya ekstrakulikulerku itu adalah ekstrakulikuler yang baru dan katanya dalam sejarahnya kelas craft itu paling banyak biasanya 9 anak. Mungkin lain kali akan aku ceritakan secara detail bagaimana awalnya. Ekspektasiku mungkin cuman 5 tapi apa yang aku dapatkan itu 100. Respons anak-anak disana dan guru-guru disana bikin aku tambah semangat lagi. Lucunya ada 2 anak laki-laki yang ikut kelas ini, aku pikir mereka akan bosan atau bahkan tidak semangat karena DIY kelas dominannya anak perempuan. Tapi sampe akhir kelas ternyata mereka sama sekali ngga bosan, malah sebaliknya.
Dan ini hasil dari beberapa anak disana. Lucu banget ya?! Mereka semangat buat project pertama mereka yaitu "How to make custom earrings".
Karena dari awal kelas aku udah bilang ke mereka
"Di kelas ini kamu harus sukacita! buat segala sesuatu yang kamu suka karena di kelas kita ngga ada batasan untuk berekspresi atau batasan berkarya. Kamu berbeda dan spesial maka apapun yang kamu buat adalah spesial, so be yourself"
Seneng banget rasanya semua selesai. Meskipun rasanya waktunya kurang, karena kami cuman dapat waktu 1 jam saja untuk kelas ini.
Thank guys!
See next week!
Thank guys!
See next week!











Comments
Post a Comment